Selasa, 16 April 2024

Dunia Orang Mati (Sheol/Hades) dan Salah Interpretasinya

Dari Kitab Perjanjian Lama :

 

Dunia orang hidup bisa dilihat, bisa diketahui. Ada sungai, ada laut, ada matahari, ada masyarakat, ada kaya-miskin, ada raja-rakyat, dan ada kitab suci yang bisa dibaca yang diperlakukan sebagai tuntunan dari Allah.

Lalu manusia2 itu mati. Dan orang-orang di jaman Perjanjian Lama (PL)menyatakan bahwa mereka yang sudah mati itu memasuki dunia orang mati. Memasuki alam berikutnya.

PL menggunakan satu kata untuk menyebut dunia itu yakni : “Sheol”.

Dunia Orang Matiadalah “pasangan” Dunia Orang Hidup karena ada kehidupan maka ada kematian.

Demikian manusia2 yang hidup di dunia alias orang hidup memahaminya.

 

Seperti apa dunia orang mati ? Apa yang ada di sana ? apakah sama seperti di dunia orang hidup ?

Yang orang hidup bisa lihat adalah kuburan dan mayat. Di kuburan ada mayat, ada tanah, ada ulat, ada belatung, gelap, bau, sunyi sepi, dan tentunyatak ada kitab suci buat dibaca sebagaimana ada kitab suci di dunia orang hidup.

Alias apa ? “auk ah gelap”. Yang ada hanya dugaan, ada reka-reka, ada analogi-analogi2 ada perumpamaan2.

Kalaupun ada ayat2 dari kitab suci yang mereka baca, sama aja, perumpamaan2, analogi-analogi, butuh penafsiran..

Satu hal yang mereka tahu dengan pasti adalah, semua yang hidup akan menuju ke sana, menuju dunia orang mati, entah orang itu baik atau jahat semasa hidupnya.

Di Kitab Perjanjian Lama, semua ayat yang ada kata Sheol-nya bisa dilihat secara detailnya di list  disini :

 

Dari list ayat2 itu kita bisa simpulkan Sheol adalah tempat “netral”, maksudnya, semua yang telah mati (mati fisikal) akan pergi ke Sheol, tanpa memandang pilihan2 moral (baik dan buruk) yang telah mereka lakukan semasa hidup (kita bisa lihat ini di Kitab Pengkotbah 9:2-10 atau di Mazmur 89:48

Dari ayat2 itu juga kita bisa lihat ketidaktahuan perihal dunia orang mati. Di Sheol tidak ada kepastian, tidak ada kejelasan, gelap..

Gelap, tak tahu pasti apa yang terjadi, nggak jelas. Demikianlah kalau kita baca Pengkotbah dan Mazmur dan ini tertanam di benak bangsa Yahudi. Dan juga sampai sekarang di sebagian besar manusia.

Walau dimaknai tidak jelas dan gelap namun tidak diajarkan bahwa Sheol adalah tempat penyiksaan atau penghukuman oleh Allah karena yang baik pun masuk Sheol.

Di Septuaginta, alias Terjemahan ke bahasa Yunani dari kitab2 PL, yang ditulis oleh Tua-tua Yahudi, kata “Sheol” diterjemahkan dengan kata Yunani : “Hades”

 

Dari Kitab Perjanjian Baru :

 

Di Kitab Perjanjian Baru, yang ditulis dalam bahasa Yunani, ditemukan kata “Hades”di 10 ayat yakni di :

 

1.Mat 11:23

2.Mat 16:18

3.Lukas 10:15

4.Lukas 16:23

5.Kisah 2:27

6.1 Kor 15:55

7.Wahyu 1:18

8.Wahyu 6:8

9.Wahyu 20:13

10.Wahyu 20:14

 

Kemudian lahir penafsiran alias doktrin dari sebagian Kristen yang membaca 10 ayat2 itu dimana kemudian ditafsirkan bahwa Hades adalah tempat penyiksaan, tempat pembakaran roh-roh orang yang mati yang semasa hidupnya tidak taat alias manusia berdosa.

Kalau mau konsisten dengan kitab PL, dimana Sheol (Hades) adalah tempat tujuan SEMUA yang mati , baik yang semasa hidupnya BAIK maupun JAHAT maka mengartikan Sheol atau Hades sebagai tempat penyiksaan adalah tidak tepat.

Kenapa kok bisa kemudian sebagian Kristen menafsirkan Sheol atauHades sebagai tempat penyiksaan/penghukuman dari Allah ?

Kalau kita melihat ke 10 ayat itu saja tanpa memahami bahwa Hades adalah dari kata dan kepercayaanSheol di PL, yang bermakna netral, maka wajar dan dimaklumi lahirnya penafsiran bahwa Hades adalah tempat penyiksaan, tempat pembakaran roh2 manusia berdosa.

Lihat aja satu contoh ayat itu, lihat Wahyu 6:8

Wahyu 6:8 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut (Hades) mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.

 ih ...serem khan ? :-)

Convert atau yang kemudian memeluk agama/kepercayaan akan kitab PB itu alias disebut agama Kristen , mulai di abad ke 3 M kebanyakan adalah orang2 dari kerajaan Romawi atau eks kerajaan Yunani, yakni ketika agama kristen menjadi agama resmi kerajaan Romawi (Roman Empire) .

Kerajaan dengan kepercayaan Yunani Kuno atau Romawi Kuno. Kepercayaan akan dewa-dewa, Zeus, Aries dan lainnya dan juga dewa yang namanya Hades !!. Saudaranya Zeus yang menguasai dunia bawah, underworld.

Interpretasi atas ayat2 Kitab PB yang ada kata Hades nya itu dilakukan oleh orang-orang yang sebelumnya memiliki (atau kalaupun tidak memiliki namun terpapar oleh) kepercayaan akan Hades (dewa Hades) yang BERBEDA dengan makna Hades/Sheol sebagaimana dipahami oleh/di jaman Perjanjian Lama.

Dan bisa ditebak, salah tafsir lah jadinya.

Di kepercayaan Yunani Kuno dan Romawi Kuno, Hades adalah nama dewa underworld (dunia bawah) saudaranya Zeus, penguasa alam bawah, tempat roh-roh orang yang mati akan masuk dan di kepercayaan itu, “di rumahnya” Hades atau di Hades, ada penghakiman dan penghukuman sebagaimana kita bisa lihat di :

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Hades

Dalam mitologi Yunani yang sangat kuno, dunia Hades adalah tempat tinggal roh orang mati yang suram dan berkabut (disebut juga Erebos).[2] Pada periode selanjutnya, mitos ini berkembang dengan adanya penghakiman terhadap para roh dan adanya imbalan dan hukuman. Beberapa manusia (termasuk Herakles), boleh langsung meninggalkan tempat ini begitu mereka masuk.

Dalam mitologi Romawi, pintu masuk ke dunia bawah terletak di Avernus, sebuah kawah di dekat Cumae, dan merupakan rute yang digunakan oleh Aineias untuk pergi ke dunia bawah.[3]

......

Ada dua kolam di dunia bawah, kolam Lethe, tempat roh manusia dikumpulkan dan dihapus ingatannya, dan kolam Mnemosine, tempat para roh memperoleh ingatan mereka kembali.

Di halaman depan istana Hades ada tempat bagi tiga hakim dunia bawah, Minos, Rhadamanthus, dan Aiakos. Dari sana ada tiga jalan yang berujung pada tempat yang berbeda. Para roh akan diadili oleh para hakim dan dikirm ke jalan yang sesuai bagi mereka. Roh orang yang tak pernah berbuat jahat akan pergi ke Padang Asphodel, roh orang jahat akan dikirm ke Tartaros, dan roh para pahlawan akan pergi ke Elisium.

 

--

Jadi, bukan ayat2 Alkitab yang terkontaminasi oleh kepercayaan Yunani dan Romawi Kuno tapi INTERPRETASI alias Penafsiran sebagian kristen lah yang terkontaminasi !.Karena memang penganut2 agama kristen kala itu, yang menafsirkan ayat2 Alkitab itu mayoritas/ dominan adalah yang sebelumnya memiliki kepercayaan Yunani/Romawi Kuno, yang percaya akan Hades sebagai tempat penghakiman dan penghukuman.

Dan kristen2 itu kemudian mewariskan interpretasi itu ke kristen2 selanjutnya selama beratus-ratus tahun sampai sekarang..

Oh ya, 10 ayat yang ada kata Hadesnya di kitab PB itu bisa kok dijelaskan tanpa terkontaminasi kepercayaan Hades versi “iman” Yunani/Romawi Kuno itu, tapi itu perlu halaman selanjutnya, halaman terpisah, dan bisa jadi sangat panjang tulisannya. :-)

Oke, ini salah satunya dulu, yakni Lukas 16:23

Hades di Lukas 16:23 adalah dunia orang mati dan ayat itu bukan soal penghukuman/pembinasaan oleh Allah.

Perumpamaan Lazarus dan Orang Kaya itu adalah perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus untuk menunjukkan bahwa bangsa Israel melalui para Imam (orang kaya yang selalu berbaju ungu), yang disebut anak-anak Abraham malah tidak berada di pangkuan Abraham alias menolak keselamatan, yakni ketika mereka menolak Yesus, ketika mereka membunuh Yesus. Lazarus si orang miskin lah yang malah berada di pangkuan Abraham. Lazarus atau yang bahasa Ibraninya Eleazer yang berarti “he whom God helps” lah yang kemudian berada di pangkuan Abraham.

Keselamatan akan menjadi milik orang lain juga selain milik anak2 Abaraham (bangsa Israel) sebagaimana tertulis di sini :

Gal 3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati." Gal 3:9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu

 

Dan ... bersambung lah ya..

 

Salam,

Topan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menghapus Dongeng Neraka Kristen

Sampai sekarang, masih banyak kristen yang percaya akan adanya suatu tempat yang diberi nama neraka (bahasa Indonesia) atau Hades (bahasa Yunani) atau Tartarus (bahasa Yunani) sebagai suatu tempat dimana roh-roh manusia akan menerima penyiksaan atau penghukuman atas dosa-dosa yang mereka lakukan semasa hidup mereka di dunia.

 

Bahkan, ada beberapa kristen yang katanya “dibawa” oleh “Yesus” ke neraka dan kemudian diperintahkan oleh “Yesus” itu untuk memberitakannya pada manusia-manusia lainnya.Contohnya kesaksian Mary Katherine Baxter yang bisa dibaca di sini :

http://spiritlessons.com/mary_k_baxter_a_divine_revelation_of_hell.htm

 

Secara prinsip, adanya penyiksaan atau penghukuman sudah bertentangan dengan ajaran Yesus dan tujuan pengutusan Yesus kepada manusia. Yesus diutus Allahnya bukan untuk menghakimi, bukan untuk menghukum namun untuk menyelamatkan. Dan ini tidak pakai periode-periode-an. Selamanya demikian. Jadi, tidak ada cerita tuh Yesus menyelamatkannya sudah selesai, sekarang atau nanti tinggal masa/periode penghukuman/penghakiman.

 

Dengan memahami bahwa Allah menyelamatkan melalui pengutusan Yesus maka harusnya kristen2 bisa menolak kesaksian akan tempat penghukuman atau penyiksaan seperti salah satu contoh di atas.


Hades yang dipercaya/ditafsirkan sebagai tempat penyiksaan, alias neraka, adalah sebuah kesalahan penafsiran.

 

Ayat2 di Kitab Perjanjian Baru tidak bicara Hades sebagai sebuah tempat penyiksaan. Detailnya di sini .

Dengan penghapusan dongeng ini, tidak berarti tidak ada neraka.

 

Neraka tetaplah ada. Dongengnya saja yang dihapus.Dongeng hanya untuk anak-anak kecil. :-)

Neraka yang bukan dongeng adalah kondisi/keadaan bathin, state of being, keadaan roh si manusia.

Neraka adalah ketika manusia hidup dalam keinginan daging (Gal 5:18-21). Ketika manusia tersiksa atau terhukum oleh perbuatan/keinginannya sendiri.

 

Bukan Allah atau Yesus atau malaikat2 suruhan Allah yang akan menyiksa manusia di suatu tempat antah-berantah. Manusia sudah terhukum/tersiksa bahkan pada saat dia melakukan dosanya.

Neraka adalah state of being, kondisi roh/bathin si manusia.

Memang, neraka kemudian bisa dimaknai juga sebagai seperti ‘tempat’ ,yakni lokasi/tempat dimana manusia2 yang state of beingnya neraka berkumpul.

 

Kalau mereka (yang state of beingnya neraka) berkumpul di monas maka area berkumpulnya mereka itulah neraka dalam makna tempat.Kalau mereka ngumpul di mall, maka lokasi tempat berkumpulnya mereka itu adalah neraka dalam makna tempat.

Di Kitab Perjanjian baru, yang ditulis dalam bahasa Yunani, ditemukan 10 ayat yang mengandung kata Hades. Menurut para ahli, kata Hades ini adalah sebagai pengganti kata Sheol di bahasa Ibrani.

Dalam bahasa Ibrani, kata Sheol bermakna dunia orang mati. Detail perihal makna kata sheol bisa dibaca di sini .

Ini dugaan saya, yakni ada sebuah “kebetulan” yang kemudian mungkin melahirkan kesalahan penafsiran kata “Hades”, yakni persinggungan dengan kepercayaan Pagan yang telah lama eksis sebelumnya,  kepercayaan Yunani dan Romawi kuno.

 

Kata “Hades” yang adalah pengganti kata Ibrani “Sheol” terkontaminasi interpretasinya dikarenakan di kepercayaan Pagan (Yunani dan Romawi) ada kepercayaan pada dewa Hades dan alam Hades/dunia setelah kematian.

 

Dewa Hades adalah saudara dewa Zeus yang menguasaiunderworld, dewa “dunia bawah”, dunia orang mati . Di kepercayaan (mithology) Yunani/Romawi kuno itu, Hades adalahdunia/alam tempatpenyiksaan roh-roh manusia setelah kematian mereka.

 

Kristen-kristen awal membaca/belajar atau diajar kitab2 Perjanjian Baru yang ada kata Hadesnya, sementara mereka sebelumnya telah “terbiasa” mendengar/membaca makna Hades di kepercayaan sebelumnya.

 

Lalu melihat ..” eh ada kata “hades” nih di kitab ini”. Dan bablas lah angine :-)

Terjadilah “kontaminasi” pada alam pikiran kristen2 awal tersebut.

Dan sayangnya, kepercayaan atau interpretasi yang salah itu kemudian diwariskan turun temurun ke kristen2 selanjutnya.

 

Hades yang bermakna alam berikutnya setelah kematian, yang adalah pengganti kata Ibrani Sheol, yang adalah alam ke manasemua orang, entah itu orang baik atau orang jahat akan masuk setelah kematian, alias alam netral, menjadi bermakna tempat penyiksaan.

Padahal tak ada satupun dari 10 ayat di Kitab PB itu maupun kata Sheol di Perjanjian Lama yang bermakna suatu tempat penyiksaan.

Karena tercampur dengan mitlhologi Yunani dan Romawi Kuno perihal Hades, kemudian lahirlah pemaknaan Hades di kitab PB sebagai suatu tempat penyiksaan.

 

Neraka adalah sebuah kepastian, yakni state of being, kondisi bathin, keadaan roh si manusia itu sendiri. Suatu kepastian namun bukan sebagaimana dongeng yang biasa diberikan melalui kesaksian2.

 

Apakah kesaksian2 itu lantas salah ?

 

Saya tidak menyatakan demikian, kesaksian itu tidak salah, namun dalam pemahaman saya, kesaksian itu ibarat dongeng.

 

Dari dongeng yang harus diambil adalah moral of the storynya. Dan moral of the storynya adalah tabur-tuai. Yakni apa yang dilakukan maka itulah yang didapatkan.

 

Tersiksa atau terhukumnya manusia adalah akibat perbuatannya sendiri.

 

Neraka adalah ketika manusia hidup dalam kedagingan, ketika manusia egois, ketika manusia melekat pada keinginan2 egoistisnya. Neraka adalah sebagaimana yang diuraiakan Paulus di Gal 5:18-21 sbb :

 

Gal 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

 

Di saat manusia melakukan hal-hal sebagaimana di Gal 5:19-21  itu maka saat itulah dia sudah berada dalam neraka. Mereka menciptakan neraka mereka sendiri.

 

Tubuh digerakkan oleh roh, oleh pikiran, oleh hati. Percabulan digerakkan oleh pikiran, oleh hati, oleh roh. Lah ketika tubuh fisik mati dan dimasukkan ke dalam liang kubur, “hobi” (percabulan) belum tentu padam, belum tentu mati dan karenanya di neraka lah si yang bersangkutan itu.

 

Sudah pasti tersiksa. Badan sudah masuk ke tanah, eh keinginan/nafsu atau roh masih demen/mencari percabulan. Terbakar lah ya ?!!.

Sama aja seperti ketika sudah sangat haus, eh tak ada air minum yang bisa diminum, tersiksa, terbakar.

 

Percabulan bisa diganti dengan keinginan2 duniawi lainnya, bahkan keinginan berkuasa atau menguasai dunia (jadi orang kaya, jadi pejabat, jadi presiden dlsb)

 

Salam,

Topan