Selasa, 07 Juli 2026

Di Taman Firdaus (Eden)

Eden (Firdaus) adalah realm/alam pilihan. Free will (pilihan) disimbolkan dengan buah larangan. 

Adam adalah  tanah yg diberikan kesadaran ilahi (adam menerima firman). Tidak dilihat gendernya (laki2)

Adam adalah spirit + tanah (matter) yang menerima kesadaran ilahi/ kehendak Allah. Yakni agar tetap di Firdaus (jangan makan buah larangan, alias jangan menyalahgunakan free will).


Hawa adalah  tanah murni tanpa kesadaran ilahi. Spirit + tanah, minus kesadaran ilahi. Tidak dilihat gendernya (perempuan). Kalau melihatnya gender maka akibatnya menyalahkan perempuan, menomorduakan perempuan, menjadikan gender perempuan sebagai biang kerok kejatuhan manusia. 

Kenapa tidak dilihat gender ? Simple, Hawa kan ya Adam juga, Hawa dari rusuk Adam dan selebihnya Hawa ya sama spt Adam, dari tanah. Alias ya manusia juga. 

Adam dan Hawa itu bukan masalah gender (laki2 dan perempuan) tapi ke masalah (issue) : Tanah yg menerima firman/kesadaran Ilahi  (Adam) dan Tanah yg TIDAK menerima firman/kesadaran Ilahi (Hawa).


Nachash (Kata Ibrani yg maknanya adalah penelaah) atau kemudian  diterjemah- interpretatifkan (interpretative translation) sebagai ular ; karena jalan dengan perut lalu  diinterpretasikan sebagai ular karena yang diketahui manusia jalan pakai perut adalah ular. 

Nachash adalah selfish reasoning, penalaran/penelaahan  atau sok nalar sendiri, bergeraknya pikiran. Menarik hati : "kayaknya bener nih, gue bisa jadi sama seperti Allah"; alias sotoy berpikir paling tahu mana yg baik dan buruk buat dia


Ketika tanah (hawa) yg tidak  menerima kesadaran ilahi berinteraksi dengan reasoning maka tanah yg tidak menerima kesadaran ilahi akan runtuh (ambil buah dan lalu makan). 


Selanjutnya tanah yg tidak menerima kesadaran ilahi ini, ditambah dengan selfish reasoning (egoisme) bisa meruntuhkan tanah yang menerima kesadaran ilahi (adam) , dan memang akhirnya runtuh. Adam ikutan makan itu buah larangan.


Adam (spirit+kesadaran ilahi) terjebak pada materi saja (tanah tanpa kesadaran ilahi yang disimbolkan dengan Hawa) maka spirit makin terperangkap oleh materi /tanah. Karena menjadi : 


Spirit + tanah + tanah  


Kesadaran ilahi yg ada di Adam terminuskan krn di Hawa tdk ada kesadaran ilahi (tdk menerima firman). 

Kehidupan dengan tanah (adam) atau kehidupan di dunia atau alam materi adalah kejatuhan manusia (falling) atau dosa krn bahkan tanah yg menerima firmanpun akhirnya kalah ketika makin banyak tanah yg masuk (simbol hawa).


Untuk kembali ke keadaan semula (spirit + kesadaran ilahi) maka manusia HARUS meninggalkan alam materi/ meninggalkan keterikatan pada alam materi. Maninggalkan tanah. Spirit mesti sepenuhnya menjadi spirit dan melakukan kesadaran ilahi atau berada dalam kesadaran ilahi. 

Jumat, 31 Mei 2024

Kundalini

Kata Kundalini berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya gulungan. Kundalini adalah energi .

-------

Di tradisi Yoga, Kundalini digambarkan/disimbolkan seperti ular karena bentuknya yang seperti gulungan (3 ½ lingkaran) dan ‘sifat’ energinya yang lebih sulit dikendalikan, kurang lebih sama seperti mengendalikan ular.

Energi ya energi, sama saja dengan energi dari makanan. 

Bedanya, energi ini (Kundalini) ada di dalam jiwa manusia bahkan adalah bagian dari jiwa (roh). 

Untuk mudahnya, lihat analoginya secara fisikal : ada tubuh fisik, ada pikiran/otak dan ada otot lengan /kaki . Ada pikiran/otak dan ada energi/kekuatan otot tangan dan kaki.

Roh (jiwa) dianalogikan dengan tubuh fisik dan kekuatan otot kaki dan tangan dianalogkan dengan kundalini.

Energi digerakkan/dikendalikan oleh pikiran/awareness/kesadaran.

Otot kaki dan tangan digerakkan/digunakan oleh otak. Misalnya untuk mengangkat gelas atau untuk berjalan. Kekuatan otot fisikal itu dikendalikan oleh otak/pikiran fisikal. 

Demikian pula dengan Kundalini, kundalini dikendalikan oleh kesadaran (roh).

Jadi, sampai di sini kita bisa mengetahui bahwa ada dua “komponen” dari roh yakni kesadaran (awareness) dan kekuatan (energi).

Dikatakan bahwa kundalini adalah energi yang menciptakan alam semesta, the energy that creates the universe. Saya memahaminya kesadaran (awareness) lah yang menciptakan alam semesta dengan kekuatan (energi) kundalini.

Ini secara sederhana bisa kita pahami pada orang yang mengangkat gelas, kesadaran/pikiran lah yang mengangkat gelas dengan kekuatan otot tangan.

Di banyak literatur Yoga disebutkan bahwa Kundalini adalah energi yang dapat digunakan untuk mendapatkan pencerahan, mendapatkan Yoga (Yog=penyatuan).

Saya memahaminya bahwa kesadaranlah yang memilih pencerahan/penyatuan (dengan Sang Khalik). Kundalini adalah tool/energi yang digunakan untuk hal itu. Sama saja dengan tubuh fisik yang digunakan untuk melakukan gerakan doa/penyembahan atau untuk menolong sesama.

Diajarkan bahwa Kundalini akan membersihkan dan mengaktifkan cakra-cakra pada tubuh energi manusia.

Ini secara sederhana bisa kita pahami dengan melihatnya pada level fisikal. Dengan kekuatan otot tangan, kaki dan tubuh secara keseluruhan, manusia (kesadarannya) memilih untuk berbakti pada Tuhannya, memilih untuk menolong sesamanya manusia tanpa pamrih.

Dengan segenap kekuatannya secara sadar memilih untuk meniadakan dirinya, meniadakan egonya, melayani Tuhan dan sesama.

Demikianlah proses pencerahan dengan jalur kundalini, jalur energi.

Energi (kundalini) sifatnya netral, sama dengan energi2 lainnya, bahkan energi fisikal, energi otot.

Apakah energi itu digunakan untuk mengabdi pada Tuhan dan sesama ditentukan oleh pilihan/kesadaran si manusia. Otot tangan bisa digunakan untuk menuntun seorang tua berjalan menyeberang jalan atau untuk menampar seorang anak kecil.

Semakin besar energi yang dimiliki maka semakin besar dampak yang bisa terjadi. Si orang tersebut bisa menyeberangkan banyak orang tua dalam sehari atau semakin keras menampar banyak anak kecil dalam sehari


.

Apakah perlu aktivasi Kundalini ?

Mengendalikan ular harus belajar dari pawangnya. Kalau pas ketemu pawang yang mumpuni maka ilmu pengendalian ular bisa dipelajari dan dilakukan. Bisa saja sih mencoba sendiri, tapi ya pasti ada resiko terpatuk ular itu. :-)

Selain itu, dari uraian di atas kita ketahui bahwa yang utamaadalah di kesadaran bukan di energinya.

Dengan energi tubuh fisikal berbakti pada Tuhannya,sama saja dengan menggunakan Kundalini untuk menyatu (Yoga).

Yup, sesimpel itu saja. :-)

 

Salam,

Topan